Begini Rasanya Pertama Kali Belanja Online


Mungkin karena saya cowok jadi tidak begitu suka dengan kegiatan belanja baik itu offline maupun online. Ya, belanja sich belanja tapi tidak terlalu sering dan menjadi hobi. Untuk belanja secara online waktu itu "ngga banget dech". Saya lebih memilih belanja offline alias langsung datang ke pasar atau ke toko. Alasannya simple yaitu "takut ketipu".

Sejujurnya belanja secara online belum begitu lama saya merasakannya. Soalnya sering kali mendengar kabar kalau belanja online itu banyak praktek tipu-menipunya.

Dua hal yang membuat saya sangat enggan belanja secara online:
  1. Uang udah di transfer tapi barang pesanan tak kunjung datang.
  2. Barang pesanan tidak sesuai dengan yang kita pesan/order.
Pertama kali belanja secara online

Struk bukti belanja di Bukalapak

Gambar di atas adalah screenshot struk bukti riwayat belanja saya secara online di Bukalapak. Terlihat tertera tanggal 14-Agustus-2018 yang artinya belum lama dan di saat itulah saya sudah mulai 'berani' belanja secara online.

Bagaimana tidak? Barang yang saya cari berupa casing hape yang sesuai dengan type hape saya tidak ada yang jual di toko-toko terdekat. Maka mulailah saya mencari di Google, saat itu casing yang saya cari tidak ditemukan selain di Bukalapak dengan harga yang lebih murah.

Saya pun baru mengetahui kalau belanja online di Marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, dan lain-lain tidak sembarangan dengan kata lain memiliki aturan yang ketat dalam bertransaksi, tidak seperti yang saya bayangkan selama ini.

Di antaranya:
  1. Uang yang kita transfer untuk membayar tidak langsung masuk rekening si penjual, melainkan masuk ke rekening bersama (RekBer). Jadi, setelah barang telah sampai di tangan kita, baru uang transfer kita itu di teruskan ke rekening si penjual.
  2. Barang pesanan/orderan tidak di kirim oleh si penjual atau telah melewati batas waktu pengiriman maka uang yang telah kita transfer di kembalikan 100% tanpa kurang se-sen pun.
  3. Adanya feedback/testimoni dari yang sudah membeli. Jadi bisa kita ketahui kwalitas bagus tidaknya barang yang di jual. Kalau feedbacknya banyak merespon positif ya lanjut membeli, kalau sebaliknya ya di tinggalkan.
Ketiga point dalam bertransaksi itulah yang membuat saya merasa aman dan mulai 'berani' belanja online.

Harap-harap cemas


Meskipun begitu, perasaan cemas mulai datang setelah menyelesaikan pembayaran. Bukan takut tertipu soalnya sistem pembayaran menggunakan sistem rekening bersama (RekBer) jadi mustahil uang di bawa 'kabur' lalu barang tidak di kirim. Yang membuat cemas itu kalau-kalau barang yang di pesan tak sesuai pesanan/orderan di tambah lagi gimana kalau jasa pengirimannya tidak menemukan alamat kita.

Ya.. itulah, kadang saya suka tertawa sendiri kalau ingat dimana pertama kali belanja online sebegitu bodohnya dengan mencemaskan hal yang tidak semestinya.

Padahal sejatinya hal itu takan terjadi jika kita melakukan proses orderan dengan benar sesuai ketentuan seperti: mengisi kolom data nama penerima, alamat lengkap, dan nomor hape.

Pun, seandainya barang pesanan tidak sesuai maka kita bisa komplain kepada penjual yang mana nantinya di beri pilihan uang kembali atau barang di tukar/return. Intinya sekecil apapun permasalahan akan di selesaikan dengan baik sesuai aturan yang ada.

Satu hari - dua hari barang pesanan tak kunjung datang, rasa cemas semakin menjadi. Tepat hari ketiga sorenya mendapat call via WhastApp yang ternyata dari kurir menanyakan letak tepatnya rumah.

Achhh.., pucuk di cinta wulan tiba. Walaupun kemasan belum di buka, senang sekali rasanya barang pesanan telah berhasil sampai ke tangan. Terlebih menggembirakan hati ternyata setelah barang di buka dan di periksa sesuai dengan pesanan kita.

Yup, demikianlah kisahku merasakan pertama kalinya belanja online. Bagaimana dengan anda? Apakah kisah kita sama?
Ferry Alamsyah
Setelah selesai membaca, maka menulislah! Karena aku membutuhkan teman untuk merubah dunia melalui tulisan.

Artikel Terkait

2 komentar

  1. saya udah lama belanja online, udah ga ingat gimana kesan belanja online pertama. Tiap bulan pasti saya selalu adaa aja yang mau dibeli. karena kota saya kecil mau ngga mau memang harus beli online

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya di Blog saya yang sederhana ini.

      Hapus

Posting Komentar

Langganan Artikel Kami